LEMBAGA PENGKAJIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

Visi

Terwujudnya Lembaga Pengkajian Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran  yang unggul dan memiliki budaya akademik religius.

Misi

  1. Mengkaji dan mengembangkan kurikulum berbasis outcome sesuai SN-Dikti dan KKNI;
  2. Mengkaji dan mengembangkan proses pembelajaran inovatif dan berbasis outcome.

Tujuan

  1. Menghasilkan kurikulum berbasis outcome yang selaras dengan SN-Dikti dan KKNI;
  2. Menghasilkan SDM yang mampu memanfaatkan metode/model/strategi pembelajaran yang inovatif, kreatif dan berbasis outcome;
  3. Menghasilkan SDM yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan berbagai sumber belajar yang inovatif, kreatif dan berbasis outcome;
  4. Menghasilkan SDM yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, kreatif dan berbasis outcome; dan
  5. Menghasilkan SDM yang mampu mengembangkan berbagai sistem penilaian.

Tentang LPPKP.

Lembaga Pengkajian Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (LPPKP) merupakan salah satu lembaga yang ada di IKIP Muhammadiyah Maumere. LPPKP IKIPMu melaksanakan pengkajian dan pengembangan terhadap kurikulum dan pembelajaran guna terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu.

IKIPMu adalah amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, center of excellence within the region, driving force, agent of change, yang berbasis dan bersinergi dengan masyarakat dalam memberikan inspirasi dan kontribusi untuk mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa

Pertukaran Pelajar

Saat ini pertukaran mahasiswa dengan full credit transfer sudah banyak dilakukan
dengan mitra Perguruan Tinggi di luar negeri, tetapi sistem transfer kredit yang
dilakukan antar perguruan tinggi di dalam negeri sendiri masih sangat sedikit
jumlahnya. Pertukaran pelajar diselenggarakan untuk membentuk beberapa sikap
mahasiswa yang termaktub di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2020, yaitu menghargai keanekaragaman budaya,
pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang
lain; serta bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan.

Magang/ Praktik Kerja

Program magang 1-2 semester, memberikan pengalaman yang cukup kepada
mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama
magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem
solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi,
kerjasama, dsb.). Sementara industri mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya
bisa langsung di-recruit, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal/
induksi. Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja tersebut akan lebih mantab
dalam memasuki dunia kerja dan karirnya. Melalui kegiatan ini, permasalahan
industri akan mengalir ke perguruan tinggi sehingga meng-update bahan ajar dan
pembelajaran dosen serta topik-topik riset di perguruan tinggi akan makin relevan.

Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan

Tujuan program asistensi mengajar di satuan pendidikan antara lain:
1) Memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang
pendidikan untuk turut serta mengajarkan dan memperdalam ilmunya dengan
cara menjadi guru di satuan pendidikan.
2) Membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, serta relevansi
pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi dan perkembangan
zaman.

Penelitian/ Riset

Bagi mahasiswa yang memiliki passion menjadi peneliti, merdeka belajar dapat
diwujudkan dalam bentuk kegiatan penelitian di Lembaga riset/pusat studi. Melalui
penelitian mahasiswa dapat membangung cara berpikir kritis, hal yang sangat
dibutuhkan untuk berbagai rumpun keilmuan pada jenjang pendidikan tinggi.
Dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa akan lebih mendalami, memahami,
dan mampu melakukan metode riset secara lebih baik. Bagi mahasiswa yang
memiliki minat dan keinginan berprofesi dalam bidang riset, peluang untuk magang
di laboratorium pusat riset merupakan dambaan mereka. Selain itu, Laboratorium/
Lembaga riset terkadang kekurangan asisten peneliti saat mengerjakan proyek riset
yang berjangka pendek (1 semester – 1 tahun).

Proyek Kemanusiaan

Indonesia banyak mengalami bencana alam, baik berupa gempa bumi, erupsi
gunung berapi, tsunami, bencana hidrologi, dsb. Perguruan tinggi selama ini banyak
membantu mengatasi bencana melalui program-program kemanusiaan. Pelibatan
mahasiswa selama ini bersifat voluntary dan hanya berjangka pendek. Selain itu,
banyak lembaga Internasional (UNESCO, UNICEF, WHO, dsb) yang telah melakukan
kajian mendalam dan membuat pilot project pembangunan di Indonesia maupun
negara berkembang lainnya. Mahasiswa dengan jiwa muda, kompetensi ilmu, dan
minatnya dapat menjadi “foot soldiers” dalam proyek-proyek kemanusiaan dan
pembangunan lainnya baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Kegiatan Wirausaha

Berdasarkan Global Entrepreneurship Index (GEI) pada tahun 2018, Indonesia hanya
memiliki skor 21% wirausahawan dari berbagai bidang pekerjaan, atau peringkat 94
dari 137 negara yang disurvei. Sementara menurut riset darn IDN Research Institute
tahun 2019, 69,1% millennial di Indonesia memiliki minat untuk berwirausaha.
Sayangnya, potensi wirausaha bagi generasi milenial tersebut belum dapat dikelola
dengan baik selama ini. Kebijakan Kampus Merdeka mendorong pengembangan
minat wirausaha mahasiswa dengan program kegiatan belajar yang sesuai.

Studi/ Proyek Independen

Banyak mahasiswa yang memiliki passion untuk mewujudkan karya besar yang
dilombakan di tingkat internasional atau karya dari ide yang inovatif. Idealnya, studi/
proyek independen dijalankan untuk menjadi pelengkap dari kurikulum yang sudah
diambil oleh mahasiswa. Perguruan tinggi atau fakultas juga dapat menjadikan studi
independen untuk melangkapi topik yang tidak termasuk dalam jadwal perkuliahan,
tetapi masih tersedia dalam silabus program studi atau fakultas. Kegiatan proyek
independent dapat dilakukan dalam bentuk kerja kelompok lintas disiplin keilmuan.

Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan
cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah
masyarakat di luar kampus, yang secara langsung bersama-sama masyarakat
mengidentifikasi potensi dan menangani masalah sehingga diharapkan mampu
mengembangkan potensi desa/daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada
di desa. Kegiatan KKNT diharapkan dapat mengasah softskill kemitraan, kerjasama
tim lintas disiplin/keilmuan (lintas kompetensi), dan leadership mahasiswa dalam
mengelola program pembangunan di wilayah perdesaan. Sejauh ini perguruan
tinggi sudah menjalankan program KKNT, hanya saja Satuan Kredit Semesternya
(SKS) belum bisa atau dapat diakui sesuai dengan program kampus merdeka yang
pengakuan kreditnya setara 6 – 12 bulan atau 20 – 40 SKS, dengan pelaksanaannya
berdasarkan beberapa model. Diharapkan juga setelah pelaksanaan KKNT, mahasiswa
dapat menuliskan hal-hal yang dilakukannya beserta hasilnya dalam bentuk tugas
akhir.

“Kami siap menawarkan 8 program MBKM.”

Kartini Rahman Nisa

Kepala LPPKP

Lokasi

Gedung Amin Rais IKIP Muhammadiyah Maumere

Phone

082340701640

Email

kartinirahmannisa@gmail.com